Kiamat 2012: Isu atau Fakta?
Sungguh mengejutkan membaca sebuah berita di Kompas yang melaporkan tentang keberatan seorang warga asli Amerika latin yang sedang mngunjungi situs Maya mengomentari ramalan kiamat tahun 2012. Apalagi, ramalan itu didasarkan pada perhitungan kalender bangsa Maya yang berakhir pada tahun 2012.
“ Isu kiamat adalah cara berpikir Barat yang dipaksakan kepada kami,” tuturnya. Dia juga menegaskan bahwa tahun 2012 adalah masa akhir dari siklus perhitungan penanggalan Maya dalam satu periode tertentu. Seperti jika halnya orang-orang Barat memperkenalkan millennium untuk siklus setiap 1000 tahun dan abad untuk siklus tiap 100 tahun.
Bukan hanya itu, tiap bangsa atau kepercayaan di muka bumi ini hamper selalu memiliki system penanggalan mereka sendiri. Sebagai contoh sederhana, masyarakat Hindu yang memiliki siklus penanggalan sendiri. Mereka memegang teguh system penanggalan itu dan menggunakannya utnuk kepentingan-kepentingan keagamaan. Misalnya untuk menentukan upacara-upacara tertentu, masyarakat hindu menggunakan perhitungan penanggalan saka.
Demikian halnya orang-orang Jawa memiliki system penanggalan sendiri yang akan berakhir pada suatu masa tertentu. Misalnya dalam skala yang paling kecil adalah pasaran. Orang Jawa awalnya tidak mengenal hari-hari senin, selasa, rabu, dst yang berjumlah 7 hari yang dikenal dengan sebutan satu minggu yang menjadi bagian system penanggalan masehi. Sebab, system penanggalan masehi bersumber dari Barat yang datang ke Jawa belakangan.