Baru-baru ini, Daniel Timothy Salim, Dosen Antropologi di Universitas Long Island New York baru saja kembali dari Malaysia untuk melakukan penelitian. Selama beberapa tahun ini, dia sering bolak-balik Amerika-Indonesia-Malaysia terkait dengan fokus akademisnya di bidang Kajian Melayu dan Islam. Saat hubungan Indonesia-Malaysia menghangat, dia juga merasakan suhu itu.
Sebagai laki-laki Afro-Amerika yang beristrikan gadis Jogja, dia berharap bisa melihat dengan lebih obyektif. " Istri saya lebih senang tinggal di Malaysia,"katanya suatu ketika," Di Malaysia rasanya lebih damai, aman dan nyaman."
" Lagipula,"tambahnya lagi,"Orang-orang Malaysia menganggap orang-orang Indonesia di Malaysia sebagai kriminal dan biang masalah. Indonesians are represented as monsters or bogeymen in the media and popular discourse." Rupanya, antara Indonesia dan Malaysia ada hubungan saling benci. (.red)